Sosialisasi RDT Malaria bagi Petugas Pustu

Hari ini (18/3) bertempat di ruang pertemuan UPT Puskesmas Tanjung Palas diadakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan penggunaan Rapid Diagnostis Test atau RDT untuk program malaria bagi seluruh petugas dan kepala puskesmas pembantu di wilayah kerja UPT Puskesmas Tanjung Palas.

Malaria sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena 80% dari jumlah kab/kota di Indonesia merupakan daerah endemis malaria dan 45% jumlah penduduk berada di daerah endemis tersebut.   Saat ini penyakit malaria cenderung kembali meningkat bahkan menimbulkan KLB di beberapa daerah, hal ini sering disebut juga dengan re-emerging disease. Dampak global warming juga berpengaruh terhadap siklus hidup nyamuk anopheles dimana vector menjadi lebih ganas dan mempunyai daya tahan yang lebih kuat baik terhadap iklim maupun insektisida, demikian papar pimpinan puskesmas saat membuka kegiatan sosialisasi RDT malaria ini.

Program Pengendalian Malaria saat ini masih belum berjalan dengan maksimal dikarenakan belum dilaksanakannya kegiatan pengendalian ini secara terintegrasi dari berbagai aspek.  Selain pentingnya diagnose dan pengobatan yang tepat dan benar, pengendalian vector berdasarkan bionomic nyamuk dan penataan lingkungan perlu dilakukan secara terpadu agar tujuan pemutusan mata rantai penularan malaria dapat memberikan hasil yang maksimal.

Dengan adanya RDT malaria, maka pemeriksaan darah untuk menegakkan diagnose dan klasifikasi plasmodium bisa dilakukan dengan cepat, mudah dan akurat.  RDT malaria ini digunakan terutama untuk pemeriksaan di lapangan maupun di pustu-pustu yang belum memiliki sarana laboratorium.  Melalui diagnose malaria yang tepat maka pengobatannya pun bisa dilaksanakan dengan tepat dan benar.  Salah satu kendala dalam program pengandalian malaria selama ini adalah masih kurang tepatnya diagnose dan pengobatan malaria sehingga mengakibatkan parasit malaria menjadi resisten terhadap obat-obatan yang diberikan dan pasien bisa kambuh kembali pada waktu-waktu tertentu.

Dalam kesempatan ini masing-masing pustu dilatih untuk menggunakan RDT berikut cara interpretasi hasilnya.  Cara penggunakaan RDT ini dilatih oleh Ibu Ros selaku koordinator  laboratorium puskesmas sedangkan untuk pembahasan program malaria menyangkut system pelaporan dan teknik pengobatan malaria di pandu Ibu Tiwek selaku ketua Pokja Penanggulangan Masalah Kesehatan dan Bencana UPT Puskesmas Tanjung Palas.

Melalui RDT malaria diharapkan penjaringan kasus positif malaria di Wilayah Kecamatan Tanjung Palas bisa ditingkatkan sehingga dapat diketahui daerah-daerah kantong malaria agar program intervensi dapat direncanakan tepat sasaran.

, ,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: