SITUASI PENYAKIT TIDAK MENULAR DI BULUNGAN TAHUN 2010

Berdasarkan laporan bulanan surveilans Penyakit Tidak Menular (PTM) berbasis puskesmas sampai dengan Bulan Desember 2010 diperoleh informasi bahwa 5 besar kasus baru PTM di puskesmas meliputi :

  • Hipertensi (56.3 %),
  • Kecelakaan (11.7 %),
  • Asthma (11.5 %),
  • Diabetes (9.5 %) dan
  • Penyakit Jantung Koroner (3.2 %).

Melihat data tersebut, hipertensi merupakan kasus PTM yang sangat dominan (56.3%) di Kabupaten Bulungan.  Kejadian hipertensi tersebar di semua wilayah kecamatan dan lebih banyak ditemukan pada perempuan yaitu 830 orang (55.8 %) dari pada laki-laki sebanyak 658 orang (44.2 %).  Adapun 5 besar puskesmas penyumbang kasus hipertensi terbanyak yang dilaporkan adalah sebagai berikut :

  • Puskesmas Tanjung Palas (28.1 %),
  • Puskesmas Bumi Rahayu (11.2 %),
  • Puskesmas Long Bang (9.6 %),
  • Puskesmas Sekatak Buji (9.2 %) dan
  • Puskesmas Pimping (9.1 %).

Dari segi golongan umur, kasus hipertensi ternyata tidak lagi didominasi oleh golongan lanjut usia namun telah menyebar ke golongan umur yang lebih muda mulai dari 18 tahun keatas.  Kasus baru hipertensi lebih banyak terjadi pada golongan umur (45-54 thn) yaitu sebesar 31 %, golongan umur (55-64 thn) sebesar 25.5% dan yang paling sedikit didapatkan pada golongan umur (18-24 thn)  sebesar 0.7 %.

Angka kematian karena PTM yang terlaporkan oleh puskesmas se-Kabupaten Bulunghan  sampai  Desember 2010 berjumlah 26 orang yang disumbangkan oleh kasus hipertensi 8 orang (31 %), penyakit jantung 5 orang (19 %), asthma 4 orang (15 %), kecelakaan lalu lintas 3 orang (12%), diabetes (12%), penyakit paru 1 orang (4%)  dan  stroke 1 org (4%).

Berdasarkan hasil surveilans PTM berbasis puskesmas tersebut dan adanya peningkatan angka kesakitan dan kematian PTM secara global, maka Program Pencegahan dan Pengendalian PTM ini perlu mendapat perhatian lebih bagi semua stakeholder terkait, hal ini dikarenakan :

  • Kasus PTM saat ini telah menyebar di semua wilayah, menyerang masyarakat miskin maupun kaya.
  • Angka kesakitan dan kematian kasus PTM belum tercatat sepenuhnya oleh petugas puskesmas, dimungkinkan angka kejadian sesungguhnya lebih besar dari data yang ada karena tidak terdeteksi.  Pelaksanaan surveilans aktif kasus PTM berupa survey terbatas sangat perlu dilaksanakan untuk mengetahui penyebaran kasus PTM yang lebih akurat secara epidemiologis agar program pencegahan dan pengendalian PTM dapat lebih focus dan efektif.
  • Semua golongan umur berisiko untuk terkena PTM.  Risiko PTM tidak lagi didominasi golongan umur lanjut usia, namun juga golongan umur dewasa produktif.
  • Stroke, penyakit jantung, diabetes dan PPOK menyebabkan kemiskinan karena pengeluaran biaya kesehatan yang cukup besar.
  • PTM yang bersifat kronis dapat menurunkan produktifitas kerja.
  • Perubahan gaya hidup (life style) ke arah yang tidak sehat terbukti telah meningkatkan risiko terkena PTM, seperti : kebiasaan merokok, minuman beralcohol, makanan tinggi lemak dan kolesterol, sex bebas, kurang olahraga dan tingkat stress yang tinggi.  Masyarakat luas saat ini telah banyak terpapar factor risiko PTM tersebut, tidak mengenal waktu, dimanapun dan siapapun.
  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: